Categorized | Kata-kata

Tags :

Sinetron indonesia bikin geregetan

Tiap malem saya nonton tivi, dan tiap malam pula saya melihat sinetron. Saya jarang tertarik dengan sinetron di indonesia, kalau pernah melihat secara sekilas itu mungkin karena keterpaksaan untuk menghindari menonton iklan.

Dari sekilas itu saya selalu melihat kecantikan, kemewahan, mobil mewah, rumah megah, kantor besar, yang selalu di balut dengan kisah cinta, problem rumah tangga, dan segudang persoalan hidup di kota besar.

Tak salah lagi, gambaran dalam sinetron yang menampilkan aneka mimpi indah buat penonton, membuatku selalu berfikir, kenapa sinetron indonesia selalu begitu, selalu menampakkan kemewahan, menampakkan iri dengki, perceraian, kemelut rumah tangga, rebutan harta, provokasi seks yang di modiv cinta, inikah zaman baru indonesia, mana ada di sinetron diambil pelajaran, nurani pendidikan, yang memberi support kepada masyarakat untuk bangkit, berkarya, dan produktif.

Jika sinetron itu hiburan, rakyat terhibur dan produsen untung, tapi seringkali menunnjukkan bahwa yang jahat semakin kuat, yang lemah semakin lemah, hingga mudah sekali ditebak bagaimana akhir ceritanya, terus terang yang saya nikmati pada waktu nonton sinetron hanyalah dandanan wanita cantik saja, karena dengan melihat mereka saya menjadi geregetan dan bersemangat.. haha..

Penonton ketika asyik mengikuti alur cerita selalu berharap bahwa yang baik akan segera bahagia dan tidak sengsara, sebaliknya ingin melihat yang jahat terkena hukuman dan segera menderita, namun apa yang terjadi selalu di luar keinginannya, suatu saat ketika yang jahat akan ketahuan kedoknya sutradara membawa penonton untuk berdetak dan akhirnya tidak jadi ketahuan malah yang baik makin sengsara.

Bukan masalah ini itu, namun sinetron indonesia perlu penyegaran, sekali kali syuting tanpa meck up, sekali-kali berjalan tanpa mobil mewah, dihutan kek, jangan sekolahan di jadikan ajang percintaan, rebutan cowok atau rebutan cewek saja.. Pengaruh dari semua itu pada anak muda sungguh luar biasa, semua akan terobsesi menjadi “gaul mennnn” dan ironisnya.

Bangsa kita tidak hanya butuh pacaran, cewek cantik, kemewahan, dan segudang cerita fiktif yang penuh kepicikan, bangsa kita lagi butuh pelajaran, butuh hiburan yang mencerdaskan, butuh suasana segar, dan setelah melihat tivi akan menjadi lebih baik.

Tentunya itu bukan semuanya, saya hanya curhat disini, kalau ada yang tersinggung saya mohon maaf, ini kan blog saya, jadi suka-suka saya donk mau nulis apa haha…
yaudah saya bukan penulis jadi ide-ide saya didalam otak selalu hilang ketika saya hendak menuliskannya…
semua butuh proses, kata iwan fals begitu hehe…
Good luck…

3 Comments For This Post

  1. edhenk Says:

    Wah tapi kamu sering nonton sinetron kog tidak gaul blas Beng?
    Pantesan kamu cuman ngliat yang perempuan tok jadinya kamu sebentar-sebentar ke kamar mandi….
    wakakakak

    Itulah dunia sinetron tiu mbang….
    Dunia sinetron itu tidak lebih dari dunia imaginer. Dunia Simbol yang senantiasa direproduksi ulang keberadaanya. Penonton hanya disuguhi oleh imagi-imagi yang tidak pernah ada dalam realitas…
    Nah inilah yang beberapa orang memahaminya sebagai dunia hiperealitas itu mbeng…
    Dunia hiperealitas itu adalah dunia imaginer yang senantiasa direproduksi ulang sehingga orang meyakini bahwa itu adalah realitas..
    Realitas yang sengaja diciptakan untuk menutupi sibol-simbol dalam bentuk imaginer2 itu.
    Makanya untuk mengkritisi masalah budaya pop seperti ini kita juga harus belajar banyak hal….

    wakakak

    edhenk

  2. admin Says:

    wuih, filsafate metu ki…

  3. ich Says:

    hi.. ga sengaja nyasar ke sini..
    gatel pengen komen..
    klo situ trpaksa ntn sinetron buat ngehindarin iklan, saya malah trpaksa ntn iklan buat ngehindarin sinetron..
    beneran nih..

Leave a Reply

  • Popular
  • Comments
  • Tags
  • Subscribe
Advertise Here

Category

Tag Cloud