Para pengguna wordpress mungkin tidak menyadari bahwa setiap posting di wordpress tersimpan banyak sekali data hasil revisi atau update, bahkan tanpa update sekalipun jika setting autosave diaktifkan. Dan memang setting standard wordpress adalah mengaktifkannya.
Bisa jadi, ketika anda memposting satu tulisan dengan judul “about” dengan jeda waktu yang lama, secara default wordpress akan melakukan autosave berkali-kali anggaplah dia menyimpan 3 kali. Lalu anda mengedit postingan anda lagi karena lupa memasukkan tag, atau kategori atau link, anggaplah melakukan edit posting 3 kali dan masing-masing edit membutuhkan proses autosave 3 kali maka satu posting anda akan tersimpan 9 buah di database anda. Dan saya yakin angkanya akan lebih dari itu karena autosave dilakukan kurang dari permenit oleh wordpress.
Bagaimana jika isi blog wordpress anda banyak sekali, anggaplah 100 postingan, maka database anda akan terisi 900 postingan, bagaimana kalau 1000 atau lebih, tentu database anda akan cepat membesar dan jadi lambat diaksesnya belum lagi menghabiskan space nya kan.
Hal ini bisa anda lihat di phpmyadmin, buka database wordpress anda lalu pilih tabel wp_post, nah amatilah di kolom post_name akan ada banyak data yang berisi 1-autosave, 1-autosave-2, 1-autosave-3, 1-revision, 1-revision-2, 1-revision-3, 1-revision-4, 1-revision-5.
tulisan “1-” diawal baris berarti id data yang di autosave dan di revisi, sedangkan angka paling akhir merupakan urutan berapa kali data tersebut di save atau di revisi.
Untuk mengoptimasinya anda dapat menginstall plugins WP-CMS Post Control, download disini, lalu masuk plugins dan aktifkan, setelah itu custom di menu setting, set autosave dan autorevision menjadi off dan selanjutnya custom sesuai keinginan anda lalu save, maka setiap data hanya akan disimpan satu di database wordpress anda.
Semoga berguna..





















Januari 27th, 2009 at 20:38
Bener jg mas…
Makasih infonya