Archive | Kata-kata

Tags: ,

Males nulis karena index di google error


Waduh, nyesel aq rubah-rubah plugin dan theme di wordpres, jadi google ngindexnya error dan jadi males nulis.

Kira-kira beberapa hari ini saya absen ngeblog, belajar dulu sambil konsentrasi nulis yang lain. Capek deh pokoknya campur kecewa jika nulis tak dikunjungi mbah google.

Say love to google.com

Posted in Kata-kataComments (0)

Tags: ,

Tukang sapu bawa sapu juga disapu


Tukang sapu, kuli PU
besar jasamu, oh kawan
Dengan sapu
dengan sampah dan debu

Untuk sesuap makan
hari panas, hari hujan
memang tantangan,
siapa bilang bukan
namun tugas tetap jalan,
absen gaji melayang
maklum kuli harian
pernah kah tuan pikirkan jasa mereka?
pernah kah tuan renungkan harga keringanya?

Tukang sapu bawa sapu
masuk ke kantor bersihkan yang kotor
cukung kotor mandor kotor semua yang kotor
awas kena sensor

Tukang sapu bawa sapu
Juga disapu
Kok bisa begitu
Istri iri lihat tetangga punya barang baru
Aku pun begitu

Inilah manusia
Dengan segala macam warna hidupnya
Untuk mencapai bahagia
Semua jalan ditempuhnya

Lyric by Iwan Fals, sapuku sapumu sapu-sapu

Posted in Kata-kataComments (0)

Tags: ,

Javaku Travel Guide


Most visitors of Indonesia will start their trip at Java, not in the least because most flights arrive at the Soekarno-Hatta airport. From there, plenty of planes leave for other destinations in Indonesia, my love country. But why in such a hurry? Jakarta offers a nice melting-pot of big cities, small rural towns, interesting historical sights and natural beauty that you can finish off with a touch of sun and sand on a beautiful beach.

Java is Indonesia’s most populated island and can, for convenience’s sake, be divided into three parts: West, Central and East Java. West Java is the part of the island where the capital Jakarta is located. Although some people want to get out of this slightly oppressing metropolis as quickly as possible, there are some interesting historical sights and museums. Fair chance that you will see some signs of the still on going explosive political situation.

Posted in Kata-kataComments (0)

Tags:

Warning pada sitemap karena frequensi


Jika anda mendapat pesan bahwa sitemap anda di generate secara dinamic, atau Warning oleh google sebagai berikut

“All the URLs in your Sitemap are marked as having dynamic content.”
All the URLs in your Sitemap are marked as having dynamic content.
Because dynamic content is difficult for search engines to crawl and
index, this may impact your site’s performance in search results.

Nah solusinya anda harus mengubah frequensi “always” menjadi “weekly” atau “monthly”.
<code><changefreq>Always</changefreq> menjadi <changefreq>Weekly</changefreq></code>

Posted in Internet, Kata-kata, UmumComments (3)

i wanna test submit again


how can i submit this page, cz realy error be wordpress.
I cant debug this error, but its realy

Posted in Kata-kataComments (0)

Tags: , ,

Menjadi TKI di dunia Maya


Disaat badai globalisasi datang, di sinilah era persaingan dimana susahnya mencari pekerjaan dan sulitnya mencari uang di negeri sendiri. Pemerintah sudah mulai pusing mendengar rakyat miskin, kriminalitas merajalela khususnya mutilasi, dan belum persoalan politik, ekonomi, dan bencana yang melanda negeri akhir-akhir ini.

Program pengentasan kemiskinan pemerintah sudah banyak dan konsepnya “lumayan” bagus. Namun kenyataan dilapangan selalu “tidak sesuai” dengan konsep yang sudah “lumayan” bagus tadi.

Sulitnya mencari penghidupan di indonesia mendorong para penduduknya untuk menjadi TKW dan TKI di negeri orang, para bahasawan menyebutnya “pahlawan devisa”. Tapi kenyataannya, orang yang disebut pahlawan devisa tadi mengalami dilema dan persoalan lain, ada yang disiksa, diperkosa sampai hamil, di bunuh, dianiaya, dan bahasa TKW kini sudah dimaknai sebagai “pembantu” atau “babu”. TKI pun juga begitu, kalau tidak buruh pabrik ya kerja kasar, kuli bangunan dan tukang angkut barang.

Terkadang pahlawan devisa tadi tidak dilindungi dengan baik oleh pemerintah kita sampai harga diri mereka hilang bersama harga diri bangsa. Lihat saja di cianjur, banyak anak kecil berwajah pakistan, arab, cina, dan negara timur tengah lain, itu karena mereka pulang membawa benih sperma dari majikan mereka. Atau fenomena TKW di hongkong, taiwan dan sekitarnya mereka banyak yang suka dengan aktifitas esek-esek seperti yang ada di youtube.com. Semua ini bukan tipu daya, tapi nyata adanya.

Ada alternatif untuk mencari pekerjaan diluar negeri namun di dunia maya, kerja dilakukan di rumah namun penghasilannya kita dibayar dari luar negeri, pemerintah mungkin dapat memperhatikan alternatif ini, dengan mendukungnya dengan kebijakan dan undang-undang, sampai realisasinya.

Saya suka menyebutnya sebagai “TKI di dunia Maya”, sebagai contoh saya terkoneksi dengan internet lalu mengikuti “google adsense”, ikut “paid review”, “survey online”, “affiliate”, “domain parking”, “Paid Per Click”, “Paid to Read”, dan menjual produk kita baik software maupun barang nyata di web ecommerce. Beberapa bulan kemudian ribuan dolar akan mudah didapatkan.

Bisnis ini tidak perlu biaya besar, cukup terkoneksi internet kita bisa menjalankan semuanya dari rumah, karena kebanyakan bisnis seperti ini tidak modal sama sekali. Skill yang dibutuhkan juga tidak banyak, hanya perlu kenal bahasa inggris pasif, apalagi sudah ada google translate yang dapat menjadi transtool online canggih.

Hanya apakah pemerintah siap mencanangkan internet murah, dan membuat semacam program pelatihan dasar kepada anak bangsa untuk dikenalkan dengan teknologi internet. Tidak perlu sekolah tinggi, orang lulus SD yang bisa baca tulis pun bisa untuk produktif di dunia maya. Jadi apa salahnya, peluang menjadi TKI di Dunia Maya masih banyak.

Semoga persoalan ekonomi bangsa indonesia semakin membaik.

Posted in Kata-kataComments (0)

Tags:

FPI - Kelompok “Preman” Berjubah


Lagi-lagi, sidang Tragedi Monas diwarnai kekerasan oleh massa Front Pembela Islam (FPI). Kali ini terjadi pada persidangan Habib Rizieq di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (25/09/2008). Seorang massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) bahkan terluka cukup serius di bagian kepala lantaran pukulan batu dan tangan kosong.

Menanggapi ulah preman berjubah ini, Mantan Ketua PBNU KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menilai tindakan massa FPI sungguh keterlaluan. “Tindakan FPI dalam menganiaya para saksi di depan pengadilan dan di tempat umum sungguh sudah keterlaluan. Apakah pemerintah mampu melindungi hak warga negaranya? Apakah Indonesia sudah menjadi negara jahiliyah?” kecam Gus Dur dalam rilisnya, Kamis (25/9/2008).

Gus Dur lantas mempertanyakan keberpihakan pemerintah dalam masalah ini. “Jangan sampai muncul anggapan aparat keamanan berada di belakangnya,” ungkapnya.

Kekerasan yang dialami massa AKKBB, tidak kali ini saja terjadi. Pada sidang-sidang sebelumnya, M. Guntur Romli, Nong Darol Mahmada, Istiqamah, dan yang lainnya, juga mengalami hal yang sama. Teror ucapan dan kekerasan terus menerpa mereka. Bahkan Nong dikabarkan dilecehkan secara seksual oleh massa yang mengaku tengah menegakkan Syariat Islam itu. Kejadian-kejadian ini tentu saja menurunkan martabat dan mencoreng wibawa pengadilan.

“Kita pertanyakan wibawa pengadilan dan penegak hukum menghadapi tindakan sewenang-wenangan yang sangat tidak beradab itu,” ujarnya.

Melihat kekerasan yang terus berulang tiada henti ini, Gus Dur meminta kesungguhan pemerintah dan aparat menjaga wibawa supremasi hukum di Indonesia. Dan menurutnya, salah satu ciri tegaknya wibawa hukum adalah dijaminnya perlindungan saksi di depan pengadilan.

“Kesewenangan dan kekerasan oleh kelompok manapun, atas nama apapun, tidak boleh melecehkan wibawa negara,” imbuhnya menyesalkan.

Sumber http://www.gusdur.net

Posted in Kata-kataComments (1)

Tags: ,

Website alumni PMII (ikapmii) di ikapmii.or.id suspended


Hari ini saya browsing di internet mencari website alumni PMII (Ikapmii), karena setahuku web inilah yang masih sering di update, setidak-tidaknya masih di kasih posting.

Namun Ternyata sama saja dengan website PB PMII www.pmii.or.id, nasib web ikapmii yang www.ikapmii.or.id juga telah di suspend, mungkin karena xxxxxxx. Oh iya lupa, alumni PMII kan sekarang kebanyakan nyaleg, tapi kenapa ga mau update web, kan bisa dipake promosi juga kwakakaka

Posted in Kata-kata, UmumComments (8)

Tags:

Hujan sudah mulai datang, semoga banjir segera diantisipasi


Sudah beberapa hari ini, hujan mengguyur di beberapa daerah di indonesia. Di daerah jabodetabek, hujan juga sudah menyirami kota jakarta dan sekitarnya. Kita semua tahu bahwa jakarta kena gerimis sedikit aja udah banjir, apalagi hujan deras. Akibatnya kalau jalan raya tergenang air, jalanan akan tambah macet, lha wong tak ada genangan air aja udah macet apalagi kena banjir.

Nah sebelum berita tentang banjir mulai di beritakan di televisi, hendaknya pemerintah berdiskusi bagaimana menanggulangi dan mengantisipasi datangnya banjir. Jangan sibuk ngurusin politik aja, pemilu sih pemilu tapi banjir tetap harus diurusin. Denger-denger pas masih belum kepilih jadi walikota dan gubernur, sering kampanye jakarta anti banjir, buktikan!!!!

Posted in Kata-kataComments (0)

Tags: , ,

Refleksi Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928


Potret Nasionalisme Bangsa Indonesia adalah dengan mengukur seberapa besar kecintaan pada Negara Indonesia, Semangat Bela Negara, Semangat membangun bangsa sesuai kemampuan. Bukti nyata dari kesetiaan terhadap bangsa ini adalah dengan selalu menegakkan kebenaran, kejujuran dan keadilan.

Pemerintah berusaha keras untuk mengayomi dan mensejahterakan rakyatnya, sebaliknya rakyat juga harus bekerja keras untuk menjadi masyarakat mandiri. Kita harus akui bahwa negara kita adalah negara kaya, negara kita penuh budaya, bahasa, kekayaan laut, hutan lindung, satwa, tambang, pertanian, yang tak dimiliki bangsa lain.

Dengan kekayaan tersebut masih banyak orang kelaparan, anak kecil terkena busung lapar, kebodohan merajalela, kekerasan ada dimana-mana, banjir bandang dan bencana lainnya. Kenapa dengan kekayaan alam indonesia menjadikan masyarakatnya menangis tiap malam karena tidak tahu besok harus makan dengan apa, masyarakat juga sedih memikirkan bagaimana bisa berjualan karena susahnya minyak tanah didapat, harga BBM melambung tinggi, katanya kita kaya hasil tambang.

Sampai suatu saat, masyarakat indonesia sudah tidak bisa hidup di negeri sendiri, terpaksa mereka merantau dan mencari penghidupan lain di negeri orang lain, menjadi apapun tak masalah asal mereka bisa hidup, lantas ada masalah apa dengan kekayaan bangsa ini.

Disaat para pemimpin bangsa menyerukan untuk berbangga karena berbangsa indonesia, ternyata kenyataan bicara sebaliknya, masyarakat kita tak cukup bahagia dengan tanah kelahiran, kecintaan mereka pada tanah air menjadi kekecewaan.

Disaat para pemimpin bangsa menyerukan bahwa indonesia kaya dengan pertanian, indonesia adalah negara agraris, namun kenapa harga beras masih melambung tinggi, kenapa juga masih ada kata “impor beras”. Lalu dimana sebenarnya kekayaan hasil pertanian dari “negara agraris” ini.

Disaat para pemimpin bangsa menyerukan bahwa sekolah-sekolah akan dibangun, fasilitas akan di benahi, gaji guru akan dinaikkan, milliaran beasiswa akan disebar untuk anak negeri. Tapi kenyataan biaya pendidikan sekolah masih sangat mahal, bahkan tiap tahun selalu melangit, menjadikan banyak anak tak sekolah, banyak orang tua berbisik pada anaknya, tak usah sekolah tinggi2 nak, yang penting bisa baca tulis sudah cukup, sekolah mahal dan lihatlah para sarjana di negara ini, mereka sama saja dengan yang lain, sulit untuk hidup di negeri sendiri.

Disaat masyarakat semakin kesusahan karena kebutuhan hidup menjadi mahal, sedangkan mencari uang semakin sulit, kita hanya bisa melihat berita korupsi pejabat pemerintah kita di televisi, orang tua selalu berkata pada anaknya, bahwa koruptor yang merugikan bangsa ini adalah penghianat dan seharusnya mereka hengkang dari bumi indonesia. Mereka yang menjual harga diri bangsa, menjual aset bangsa demi keuntungan perut mereka sendiri adalah pecundang. Namun kenapa para pecundang dan para koruptor itu tetap tertawa dan merasa kerasan hidup di negeri kita, tak sadarkan kita telah dijajah, penjajah itu memanfaatkan tangan-tangan penguasa kita. Sama seperti dulu.

Jika dulu pemuda indonesia melihat krisis dinegeri kita, dengan lantang mengikrarkan sumpah pemuda. Untuk mempersatukan seluruh komponen bangsa, apapun partai politiknya, daerah mana, budayanya apa, kampung atau kota, miskin atau kaya, pejabat atau rakyat biasa. Semuanya dengan sungguh-sungguh dari hati meneriakkan sumpah pemuda yang menggetarkan seluruh jiwa raga pemuda indonesia.

SOEMPAH PEMOEDA

- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA

- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA

- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA

Bacalah dan renungkan dalam hati, bahwa sebenarnya kita ini sama, sama-sama hidup dan lahir di atas tanah indonesia, berjuang menghadapi keras dan kejamnya kehidupan. Ditanah ini juga, tetesan darah pahlawan masih terasa. Mereka mengorbankan nyawa untuk mengusir penjajah. Namun kini, para penjajah telah menyewa tangan-tangan anak bangsa, apakah tega kita meneteskan darah untuk mengusir penjajah yang notabene adalah satu darah, satu jiwa, satu bangsa, satu bahasa yaitu INDONESIA.

Posted in Kata-kata, UmumComments (0)

  • Popular
  • Comments
  • Tags
  • Subscribe
Advertise Here

Category

Tag Cloud