Pemilu 2009 sebentar lagi, banyak cara yang dipakai parpol untuk merebut simpati rakyat untuk meraih kursi legislatif yang empuk, salah satunya dengan merekrut para artis yang sudah terkenal. Menurut data dari kompas, berikut daftar artis yang jadi caleg 2009 :
Partai Damai Sejahtera
Thessa Kaunang,
Ricky Jo,
Tamara Geraldine,
Ronny Pangemanan ( komentator bola di TV )
Partai Golkar:
Jeremy Thomas,
Tantowi Yahya,
Nurul Arifin.
Partai Demokrat:
Venna Melinda,
Tere,
Angelina Sondakh,
Adjie Massaid.
PDI-P:
Miing Bagito,
Rieke Dyah Pitaloka,
Eddo Kondologit,
Sonny Tulung.
PAN:
Wulan Guritno (Jateng III),
Marini Zumarnis (Jabar V),
Eko Patrio (Jatim VIII),
Ikang Fawzi (Banten I),
Eka Sapta (Riau I),
Lucky Artadipraja (Jabar V),
Intan Sevilla (Jatim V),
Poppy Maretha (Lampung I),
Irene Librawati (Lampung II),
Derry Drajat (Jabar II),
Adrian Maulana (Sumbar II),
Raslina Rasyidin (Jakarta III),
Tito Soemarsono (Jabar VII),
Maylaffayza (Banten III),
Mandra (Jakarta I),
Mara Karma (Riau II),
Cahyono (Jatim III),
Krishna Mukti (Jabar IV),
Henidar Amroe (Jateng VII).
PPP
Ratih Sanggarwati,
Okky Asokawati,
Feryy Irawan,
Evi Tamala,
Mieke Wijaya,
Emilia Contessa,
Marissa Haque,
Kristina.
Hanura
Gusti Randa
Anwar Fuadi
Elsa Syarif ( pengacara kondang )
Ada banyak opini tentang keterlibatan artis dipanggung politik bangsa, ini selalu disorotin media, dan selalu menjadi berita hangat di tivi, itu karena artis sudah terbiasa masuk tivi dan biasa di gosipin. Apalagi mereka masuk dalam ruang politik, tak ayal lagi media akan senang mengupas mereka.
Keuntungan dari parpol adalah, kampanye gratis buat mereka, karena artis yang mereka usung sudah habis-habisan di expose di media, bayangkan aja jika yang jadi caleg dari kalangan petani atau pedagang dipedesaan, boro-boro masuk tivi, masuk seleksi caleg aja susah haha…
Pendapat yang banyak muncul adalah sah-sah aja artis jadi caleg yang penting bermutu dan memiliki dedikasi yang tinggi untuk mengabdi pada masyarakat. Kelebihan mencalonkan artis adalah karena mereka sudah populer dahulu, dedi yusuf contohnya dengan mulus memenangkan pilkada dan sukses menjadi wakil gubernur jawa barat. Selama ini masyarakat memandang artis sebagai publik figur didunia akting, dengan gayanya masing-masing, dan ribuan bahkan jutaan orang di indonesia fanatik habis-habisan pada mereka. Sebenernya inilah cerminan demokrasi di indonesia, semua warga negara sudah bebas dan berhak mencalonkan diri. Kebijakan partai tentunya akan terbuka menerima siapa saja yang akan mereka usung, tidak pandang bulu yang penting dianggap mumpuni mengemban amanah dan mengikuti aturan partai yang bersangkutan.
Nah, andaikan saja tukul arwana menjadi caleg juga mungkin pendapat masyarakat akan berubah, orang secerdas tukul arwana pasti akan menang meski di taruh didaerah konflik dan diurutan paling bawah karena siapa yang tak tahu track recordnya pak tukul arwana. Tapi kenapa ya bang tukul ini kok ga nyalon, apa dia ga mau atau tidak ada parpol yang melamar, tentunya pak tukul sendiri yang tahu.
Kalau politisi nyaleg udah biasa, artis, pengusaha, pengacara, ekonom, aktifis, dosen, sudah ada yang nyaleg, kira-kira kapan ya programmer bisa jadi caleg juga… Kalau programmer atau hacker jadi caleg bisa berbahaya, bisa-bisa data-data penting negara bisa bocor haha.. kalau lulusan seni dan desain grafis jadi caleg juga bahaya, bisa-bisa menggambar karikatur dan bikin teaterikal yang aneh-aneh..
Semuanya boleh di negara demokrasi. Anythink goes… kata bang paul feyrabend begitu..






