Sudah sejak tanggal 26 Agustus 2008 saya memesan tiket kereta api dengan menghubungi 13897, start pagi jam 7 tidak nyambung-nyambung, setelah jam 10 pagi akhirnya nyambung juga, namun tiket untuk 30 hari berikutnya yaitu tanggal 25 dan 26 september 2008 telah habis. Besoknya saya menghubungi lagi dan ternyata tanggal 27 september juga sudah ludes habis. Mau langsung antri di st Gambir antrinya panjang banget, kl mau nunggu bisa sampe malam, demikian juga di st Bogor, St Manggarai, St Tanah Abang, St Jatinegara, St Senin, dan St Jakarta kota.
Pada tanggal 28 Agustus saya menghubungi lagi 13897, dan ternyata tiket untuk tanggal 28 september juga telah habis. Dengan berat hati saya bertanya, diatas tanggal 20 yang masih ada tanggal berapa, ternyata ada tanggal 21 september, itupun hanya ada 2 tiket yang bisa dipesan, akhirnya saya memesan yang tanggal 21 tersebut. Setelah mendapat kode pembayaran saya disuruh mentransfer uang lewat bank mandiri maksimal 3 jam setelah telepon saya tutup. Dengan menggunakan Mobile banking saya membayar pemesanan tersebut, tapi saya tunggu-tunggu lebih dari 3 jam belum ada balasan SMS dari mandiri tentang status transaksi saya. Kira-kira 3,5 jam berikutnya ada SMS masuk dari Bank Mandiri kalau transaksi saya gagal karena server terlalu sibuk.
Setelah kupastikan tiket tanggal 21 september yang kupesan tadi hangus, saya menghubungi lagi 13897 dan memesan tempat duduk yang sama, untungnya masih ada. dan saya dikasih nomer pemesanan baru. Secepatnya saya bayar lewat ATM Mandiri dan langsung bisa, keluar struk ATM dan sekarang tinggal menukarnya di Stasiun Gambir.
Wah, capek juga.. Sebagai informasi, tarif KA Gajayana tanggal 1-20 September berkisar antara 240.000 - 260.000, tanggal 21- 25 September harganya antara 370.000 - 390.000 dan untuk tanggal 26-30 September harga tiketnya 420.000. Hampir 80% kenaikan tarif dari tarif biasanya.






